
Tag: mogok kerja, demo buruh, transportasi umum, jadwal liburan
Pada 18 September 2025, sejumlah serikat pekerja berencana menggelar mogok kerja nasional. Aksi ini diprediksi berdampak pada layanan publik, terutama sektor transportasi, perkantoran, hingga pariwisata. Oleh karena itu, masyarakat yang hendak bepergian atau berlibur disarankan meninjau kembali jadwal perjalanan mereka.
Sektor yang Terdampak Mogok Kerja
Mogok kerja melibatkan pekerja dari berbagai sektor, termasuk transportasi umum, industri manufaktur, serta layanan pemerintahan tertentu. Kehadiran aksi ini dapat mengganggu jadwal transportasi umum seperti kereta, bus, dan penerbangan domestik.
“Selama beberapa tahun terakhir, tata kelola kendali lalu lintas udara telah diwarnai oleh ketidakpercayaan, praktik-praktik yang menghukum, dan metode manajemen yang merendahkan. Jelas bahwa dialog yang sia-sia ini kini menghalangi prospek kemajuan dan reformasi,” ungkap pernyataan dari serikat pekerja tersebut, seperti dikutip Euronews, Minggu (14/9/2025).
Selain lalu lintas udara, transportasi lokal, seperti jaringan kereta antarkota Sud-Rail juga turut menghentikan operasional sementara.
Jaringan kereta ini melakukan ‘mogok besar-besaran’ yang mengakibatkan ribuan pembatalan kereta SNCF di seluruh negeri.
Dampak pada Rencana Liburan
Bagi wisatawan, mogok kerja berpotensi menimbulkan keterlambatan perjalanan hingga pembatalan jadwal. Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Denpasar kemungkinan menjadi wilayah yang paling terimbas. Oleh karena itu, wisatawan perlu menyesuaikan agenda agar tidak terjebak dalam situasi yang tidak diinginkan.
Tips Mengantisipasi Gangguan Perjalanan
- Cek ulang jadwal keberangkatan transportasi publik minimal sehari sebelum perjalanan.
- Siapkan rencana cadangan, misalnya menggunakan moda transportasi alternatif.
- Pesan penginapan atau tiket fleksibel yang bisa diubah sewaktu-waktu.
- Pantau perkembangan mogok kerja melalui berita resmi dan kanal pemerintah.
- Dilansir dari Euronews, sebelumnya, serikat pekerja pengendali lalu lintas udara ini tak mengikuti mogok kerja pada Juli 2025 lalu, sehingga memicu kekhawatiran besar akan gangguan perjalanan udara lebih besar kali ini.
Mewakili sekitar 60 persen pengendali lalu lintas udara Perancis, serikat pekerja SNCTA ini mengonfirmasi keikutsertaannya pada mogok kerja pekan depan.
Pemogokan itu terjadi setelah apa yang SNCTA gambarkan sebagai terputusnya dialog dengan Otoritas Penerbangan Sipil Perancis (DGAC).
Kesimpulan
Mogok kerja nasional pada 18 September 2025 menjadi isu penting yang harus diperhatikan masyarakat, terutama bagi mereka yang sudah merencanakan liburan. Dengan mempersiapkan strategi perjalanan lebih matang, gangguan dapat diminimalkan sehingga rencana liburan tetap berjalan lancar.
Referensi







