, , , , , , ,

Bappenas: Keanekaragaman Hayati di Sumatera Terancam Perkebunan, Sulawesi oleh Tambang

by -195 Views

Hutan dan Ekosistem Terancam Bentang alam hutan di sekitar Sungai Mentarang yang akan tergenang jika proyek PLTA tetap berjalan. Keanekaragaman hayati di kawasan ini menghadapi ancaman serius. Jumat, (14/3/2025)

Peringatan dari Bappenas

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyampaikan peringatan serius mengenai kondisi keanekaragaman hayati di Indonesia.

Menurut laporan terbaru, wilayah Sumatera dan Sulawesi menjadi dua kawasan yang paling terancam akibat aktivitas manusia.

Kerusakan lingkungan dinilai semakin meningkat dan menimbulkan dampak ekologis yang luas.

Sumatera Terancam Perkebunan

Sumatera menghadapi tekanan berat dari ekspansi perkebunan kelapa sawit dan komoditas lainnya.

Luas hutan tropis di pulau tersebut terus berkurang karena alih fungsi lahan secara masif.

Kondisi ini berdampak pada hilangnya habitat satwa langka seperti harimau Sumatera dan gajah Sumatera.

Sulawesi dan Ancaman Tambang

Sementara itu, di Sulawesi, keanekaragaman hayati menghadapi ancaman besar dari industri pertambangan.

Kegiatan ekstraksi nikel dan mineral lainnya menyebabkan kerusakan ekosistem hutan hujan tropis.

Spesies endemik yang hanya hidup di Sulawesi kini berada dalam risiko tinggi kehilangan habitat.

Kerugian Ekologis dan Ekonomi

Bappenas menekankan bahwa hilangnya keanekaragaman hayati tidak hanya berdampak pada ekologi, tetapi juga ekonomi.

Kehilangan ekosistem alami akan merugikan sektor pariwisata, pertanian, dan perikanan.

Kerusakan hutan juga berkontribusi pada meningkatnya risiko bencana alam, seperti banjir dan longsor.

Kebijakan dan Regulasi

Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah diminta memperketat regulasi dalam pengelolaan sumber daya alam.

Instrumen hukum yang lebih tegas diperlukan untuk menekan laju perambahan hutan dan eksploitasi tambang.

Bappenas menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak pada lingkungan.

Keterlibatan Masyarakat

Selain regulasi, keterlibatan masyarakat lokal dinilai sangat penting dalam menjaga keanekaragaman hayati.

Program pemberdayaan dan edukasi lingkungan dapat membantu menekan aktivitas perusakan alam.

Partisipasi komunitas menjadi kunci utama keberhasilan konservasi di tingkat akar rumput.

Baca Juga :

Belopa Luwu Dorong Pembangunan Terpadu dan Wisata Sungai

Prospek dan Rekomendasi

Bappenas merekomendasikan pengembangan ekonomi hijau sebagai solusi jangka panjang.

Pendekatan berbasis konservasi diharapkan dapat menyeimbangkan antara kebutuhan pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Jika langkah konkret segera dilakukan, Indonesia masih memiliki peluang untuk menyelamatkan kekayaan hayati yang tersisa.

Kategori: Lingkungan | Nasional | Ekonomi Hijau

Tag: Bappenas, Keanekaragaman Hayati, Sumatera, Sulawesi, Perkebunan Sawit, Tambang Nikel, Konservasi Indonesia, Ekonomi Hijau

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *