, ,

Dana Rp 200 Triliun: Himbara Diminta Dorong Kredit Motor Listrik

by -135 Views

Ilustrasi subsidi Rp 7 juta untuk pembelian motor listrik.

Kategori: Ekonomi, Energi, Otomotif

Motor listrik kini semakin didorong penggunaannya melalui skema pembiayaan. (Dok. Kementerian ESDM)

Jakarta Pemerintah meminta Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk menyalurkan dana sebesar Rp 200 triliun dalam bentuk kredit motor listrik. Kebijakan ini diambil untuk mendukung percepatan transisi energi ramah lingkungan dan menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa baru saja menempatkan dana sebesar Rp 200 triliun dalam bentuk deposito di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Dana tersebut, menurutnya, tidak akan ditarik selama enam bulan ke depan.

Meski begitu, alokasi penyalurannya diserahkan sepenuhnya kepada pihak perbankan.

Dorongan untuk Transisi Energi

Menurut pejabat Kementerian Keuangan, alokasi dana jumbo ini diharapkan dapat mempercepat penetrasi kendaraan listrik di Indonesia. Program kredit diprioritaskan bagi masyarakat menengah bawah agar lebih mudah beralih ke motor listrik yang hemat biaya operasional.

Bank Himbara ini belum sama sekali mencairkan kredit motor listrik. Padahal pasar motor listrik di Indonesia peminatnya sedang naik,” kata Agung yang akrab disapa Don Papank kepada Kompas.com, Kamis (18/9/2025).

Agung yang juga menjabat sebagai Dewan Penasihat Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) menyebut, kredit motor listrik bukan hanya mendorong penjualan kendaraan ramah lingkungan, tetapi juga akan memberi efek berganda pada perekonomian nasional.

“Pelaku ekonomi mikro itu adalah masyarakat pada umumnya. Masyarakat kita kan menggunakan motor listrik. Dan ini sesuai dengan keinginan pemerintah untuk green energy,” ujarnya.

Peran Himbara

Empat bank anggota Himbara—Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN—akan dilibatkan dalam pembiayaan ini. Mereka diminta untuk menghadirkan skema cicilan ringan dengan bunga rendah, sehingga kredit motor listrik lebih terjangkau.

Tantangan di Lapangan

Meski dukungan pembiayaan besar telah disiapkan, tantangan tetap ada, terutama terkait penyediaan infrastruktur SPKLU di daerah. Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan jaringan pengisian baterai akan berjalan paralel dengan penyaluran kredit.

Baca juga: Energi Terbarukan · Transportasi di Indonesia · Motor Listrik

Dia bilang, bank dapat memberikan kredit kepada Koperasi Desa Merah Putih atau program pemerintah lainnya.

Namun, langkah itu memunculkan desakan dari kalangan pelaku industri kendaraan listrik.

Founder dan CEO Tangkas Motor Listrik, Agung Pamungkas, menilai dana jumbo tersebut seharusnya juga bisa diarahkan untuk mendukung pembiayaan kredit motor listrik.

 

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *