
Acara deklarasi berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sulsel dan dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, aparat TNI-Polri, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga perwakilan organisasi masyarakat. Dengan penuh semangat, seluruh pihak berkomitmen mencegah provokasi dan kekerasan yang dapat mengganggu ketentraman warga.
Isi Deklarasi Damai
Dalam deklarasi yang dibacakan bersama, terdapat beberapa poin penting yang menjadi komitmen bersama:
- Menjaga persatuan dan kesatuan masyarakat Sulawesi Selatan.
- Menolak segala bentuk provokasi, hoaks, dan ujaran kebencian.
- Menjunjung tinggi nilai demokrasi dengan tetap mengedepankan musyawarah.
- Bekerja sama menjaga keamanan wilayah agar tetap kondusif.
Pernyataan damai ini diakhiri dengan penandatanganan bersama sebagai simbol komitmen semua pihak untuk terus menjaga kedamaian di Sulsel.
Pernyataan Gubernur Sulsel
Gubernur Sulsel menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang hadir dalam deklarasi. Ia menegaskan bahwa kedamaian hanya dapat terwujud jika semua elemen masyarakat bergandengan tangan.
“Sulawesi Selatan adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga kedamaian, karena dengan kondisi yang kondusif, pembangunan bisa terus berjalan demi kesejahteraan rakyat,” ujar Gubernur Sulsel.
Baca Juga : Mahasiswa Demo di Flyover Makassar Bubar Demi Hindari Provokator
Dukungan Tokoh Agama dan Masyarakat
Tokoh agama dari berbagai denominasi juga turut menyampaikan pesan damai. Mereka mengingatkan bahwa konflik hanya akan membawa kerugian bagi masyarakat. Oleh sebab itu, dialog dan kerja sama menjadi jalan terbaik untuk menyelesaikan persoalan.
Selain itu, tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Sulsel menyatakan siap mendukung aparat keamanan dalam menjaga stabilitas wilayah. Mereka menegaskan pentingnya kolaborasi demi mencegah potensi konflik di masa depan.







