Kemampuan Survival Orang Indonesia Berkurang akibat Politik Bansos dan Krisis Iklim

by -110 Views

Ilustrasi krisis iklim

Di tengah kompleksitas tantangan abad ke-21, kemampuan survival atau daya bertahan hidup
masyarakat Indonesia dinilai semakin berkurang. Hal ini dipengaruhi oleh dua faktor utama:
politik bantuan sosial (bansos) yang menciptakan ketergantungan, serta
krisis iklim yang memperburuk kerentanan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Politik Bansos dan Budaya Ketergantungan

Bantuan sosial sejatinya bertujuan untuk meringankan beban masyarakat rentan,
terutama dalam menghadapi krisis ekonomi atau bencana.
Namun, dalam praktiknya, bansos
sering dipolitisasi sebagai alat untuk mendapatkan dukungan politik.
Politisasi ini menciptakan budaya ketergantungan, di mana masyarakat terbiasa menunggu bantuan
alih-alih memperkuat kemandirian ekonomi mereka.

Dalam jangka panjang, kondisi ini menurunkan kemampuan survival masyarakat.
Ketika menghadapi krisis—baik ekonomi maupun lingkungan—sebagian besar warga tidak lagi mengandalkan strategi adaptasi tradisional,
melainkan menunggu intervensi negara.

Krisis Iklim dan Tantangan Baru

Di sisi lain, krisis iklim
semakin memperburuk kondisi. Perubahan cuaca ekstrem, naiknya permukaan laut, kekeringan, hingga bencana banjir
membuat masyarakat lokal kehilangan sumber penghidupan.
Nelayan sulit melaut karena gelombang ekstrem, petani gagal panen akibat kekeringan,
dan masyarakat pesisir menghadapi ancaman abrasi.

Situasi ini membutuhkan kemampuan adaptasi yang tinggi. Namun, ketika masyarakat terjebak dalam
ketergantungan bansos, kemampuan survival untuk menghadapi krisis iklim justru semakin menurun.

Tradisi Kearifan Lokal yang Mulai Tergeser

Sejak dulu, masyarakat Indonesia memiliki kearifan lokal
dalam menghadapi bencana. Petani memiliki pengetahuan tradisional dalam membaca tanda-tanda alam,
masyarakat pesisir memiliki sistem gotong royong dalam mengatasi gelombang pasang,
dan komunitas adat memiliki cara-cara konservasi hutan berkelanjutan.

Sayangnya, pengetahuan ini semakin terpinggirkan oleh modernisasi dan intervensi politik.
Pola survival berbasis komunitas mulai hilang, digantikan dengan ketergantungan pada bantuan eksternal.

Dampak Jangka Panjang

Jika pola ini terus berlanjut, dampak jangka panjang yang mungkin terjadi antara lain:

  • Kerentanan ekonomi: masyarakat sulit keluar dari lingkaran kemiskinan.
  • Degradasi sosial: hilangnya solidaritas dan gotong royong tradisional.
  • Krisis pangan: melemahnya kemampuan adaptasi sektor pertanian terhadap perubahan iklim.
  • Eksodus iklim: perpindahan penduduk dari wilayah terdampak bencana ke daerah lain.

Kesimpulan

Kemampuan survival masyarakat Indonesia kini menghadapi ujian berat.
Politisasi bansos telah menciptakan budaya ketergantungan, sementara krisis iklim menambah tekanan baru.
Agar masyarakat kembali tangguh, diperlukan penguatan kearifan lokal, pendidikan adaptasi iklim,
dan kebijakan bansos yang benar-benar memberdayakan, bukan sekadar meredakan masalah sesaat.

Pranala Luar Wikipedia

Kategori Wikipedia yang Relevan

  • Kategori:Politik Indonesia
  • Kategori:Perubahan iklim
  • Kategori:Sosial Indonesia
  • Kategori:Kemiskinan di Indonesia
  • Kategori:Ekonomi berkelanjutan

 

BRIMO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *