Belopa, Luwu (Sulawesi Selatan) – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Luwu sejak Jumat dini hari (15/8) memicu tanah longsor di Kecamatan Belopa. Material longsor menutupi jalan poros yang menghubungkan Luwu dengan Palopo, menyebabkan kemacetan panjang di kedua arah.
Longsor Terjadi di Titik Rawan
Peristiwa longsor terjadi di Desa Senga Selatan, sebuah lokasi yang sebelumnya sudah masuk daftar rawan bencana. Tingginya curah hujan membuat tebing di sisi jalan runtuh, membawa batu dan lumpur yang menutup jalur utama. Kendaraan roda empat dan bus terpaksa mengantre hingga beberapa jam.
Kerugian dan Dampak ke Warga
Selain menutup akses jalan, longsor juga merusak dua rumah warga yang berada di kaki bukit. Tidak ada korban jiwa, namun empat warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat tertimpa material kecil saat mencoba menyelamatkan barang-barang mereka.
Upaya Evakuasi dan Pembersihan
BPBD Luwu bersama personel TNI-Polri telah menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor. Pihak kepolisian mengatur arus lalu lintas secara bergantian sambil menunggu proses pembersihan selesai. Hingga siang hari, jalur masih tertutup sebagian.
Imbauan Waspada dari BMKG
BMKG mengeluarkan peringatan dini akan potensi hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Luwu hingga tiga hari ke depan. Warga yang tinggal di lereng bukit diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di area rawan longsor.
Prakiraan Cuaca Sulsel: Luwu Raya Hujan Siang hingga Malam, Makassar Berawan
Selain bantuan logistik, pemerintah daerah juga menyiapkan posko darurat untuk menampung warga terdampak. Relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan mulai berdatangan untuk membantu proses evakuasi dan distribusi bantuan.
Kategori: Peristiwa, Sulawesi Selatan, Bencana Alam
Tag: longsor Belopa, longsor Luwu, bencana Sulawesi Selatan, jalan poros Luwu-Palopo, BPBD Luwu


