
Kronologi Banjir
Banjir terjadi sejak dini hari setelah hujan deras mengguyur kawasan Belopa dan beberapa titik lainnya. Air dari sungai yang meluap meluber ke jalan utama dan tidak kunjung surut karena drainase yang buruk. Kondisi ini membuat kendaraan, terutama roda dua, kesulitan melintas.
Sejumlah pengendara terpaksa memutar balik atau menunggu air surut, sementara kendaraan besar masih berusaha menerobos genangan. Situasi ini memicu kemacetan panjang hingga mencapai 4 kilometer.
Dampak terhadap Warga dan Pengendara
Banjir tidak hanya melumpuhkan transportasi, tetapi juga memengaruhi aktivitas warga. Banyak masyarakat yang bekerja atau bersekolah di Makassar maupun Palopo tidak dapat melanjutkan perjalanan. Sopir angkutan umum mengeluh karena terpaksa berhenti beroperasi sementara.
“Kami sudah menunggu lebih dari dua jam, tapi arus kendaraan masih belum bergerak. Ini sangat merugikan,” kata salah seorang sopir truk yang terjebak kemacetan.
Tindakan Pemerintah dan Aparat
Petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan dikerahkan untuk mengatur lalu lintas dan membantu kendaraan yang mogok. Tim BPBD Luwu juga berada di lokasi untuk memantau kondisi dan mengevakuasi warga yang terdampak banjir di sekitar jalan utama.
Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap waspada dan menghindari perjalanan jarak jauh sementara waktu. Mereka juga berjanji akan segera melakukan normalisasi saluran air serta menambah pompa penyedot agar genangan dapat lebih cepat surut.
Baca Juga : Mobil Bupati Luwu Utara Tabrak Pembatas Jalan-Terbalik di Belopa, Ajudan Luka
Harapan Warga ke Depan
Banjir yang berulang di kawasan poros utama ini membuat warga resah. Mereka berharap pemerintah daerah bersama pemerintah pusat memberikan solusi permanen agar infrastruktur jalan lebih tahan terhadap banjir.
“Setiap kali hujan deras, jalan ini pasti tergenang. Kami butuh penanganan serius, bukan hanya sementara,” ujar seorang warga Belopa yang rumahnya dekat lokasi banjir.







